Kontes SEO MASTERPOKER88 JUDI POKER ONLINE  INDONESIA TANPA BOT


poker dengan jackpot terbesar


KONTES SEO BOLAWIN88.com AGEN JUDI BOLA, CASINO, BOLATANGKAS, POKER, DOMINO, TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA

”Haruskah Aku Mati”


Puisi sedih yang sangat memilukan sekali berjudul ”Haruskah aku mati” mari kita resapi di bawah ini :

Kala sepi melanda jiwa..
Ku terbaring di atas semua prahara..
Ku biarkan semua berlalu tanpa usaha..
Hingga semua semakin membesar begitu saja..

Duhai keberanian yang tak kunjung muncul ke permukaan..
Dimanakah dirimu selama ku cari sepanjang zaman..
Terkekang oleh pendapat semua insan..
Hingga lupa pada niat hak diri sendiri..

Terus terpaksa kian tanpa berfikir sebelumnya..
Kian terpojok akan pelarian yang tak terfikirkan..
Hal” berbau tajam negatif kian mencekam..
Membuat akal seakan tiada berguna bertanda gila..

Menyepi sendiri seakan tiada satupun teman dalam hati..
Kecuali diri sendiri yang amat gundah dalam sunyi..
Trus merasakan duka yang ta’ kunjung terobati..
Bahkan terhadap Tuhan pun kini ku ta’ mentaati..

Entah iblis apa dalam jiwa yang kian membara terbawa oleh amarah..
Membawa pada suasana yang kian membahaya..
Hanya satu jua penyebabnya..
Enggan bercengkrama dengan saudara..
Seakan mulut dibungkam dibuatnya..
Bahkan ku tatap mata pun tak pernah..
Malu lah aku akan semua perbuatan egoku..

Hari ini ku akan memutuskan pergi menuju suatu tempat..
Dimana semua ta’ mengenal akan siapa diriku ini..
Yang tlah lama berada dalam penjara hasrat..
Ta’ mampu semua untuk q raih..
Pendam sajalah saatku hendak melontar kata..

Sia”..
Sungguh hidup tiada berguna..
Jika memang kesalahan itu terus ku laksana..

Tuhan..
Kemanakah q harus melangkah..
Dimana ku harus mendapat petunjukMu..
Jika terhadap dosa besar saja terus ku laju..
Dengan semangat keangkuhanku..

Ta’ tau apalah diriku susah tu’ diajak bercengkrama..
Ta’ tau apalah diriku terus merasa hina..
Bahkan rerhadap orang lain pun ku enggan tu’ membawa harga..
Harga diri ini yang kian tiada berarti..

Ini semua berjalan terus dari masa kelamku dahulu..
Ku inginkan sifatku yang seperti dahulu kembali kepangkuanku..
Dimana semua orang bergembira menyambut kedatanganku..
Seaakan menjadi berlian di tengah kegaduhan..

Jiwaku yang kini meronta” tiada henti hingga akhir nanti..
Ayolah bangkit raih esokmu yang indah menanti..
Teruslah kau berusaha layaknya dahulu..
Jangan sekalipun kau sia”kan waktumu itu..

Namun juga ku ta’ tahu harus kemana..
Akankah ku mati disini saja..
Ataukah terus saja ku berpura” gila..
Hingga semua menyaksikan diriku memanglah tiada daya..
Sungguh lemah jika harga diri itu tiada..
Tiada berarti hilanglah sudah..
Kata semua ku ini kenapa..
Aneh dirasa gila pun tiada..

Huh..
Ku mengeluh..
ku bosan hidup dalam ketidak bebasan..
Ketidak keterbukaan..
Ketidak jujuran..

Berapa orang sudah ku buat kecewa..
Entah dosa apa nanti yang akan membawaku menuju pintu neraka..
Setiap kali saja ku buat mereka susah..
Bahkan diriku pun ta’ pernah tenang sedikitpun ta’ ku rasa..

Heran sungguh heran..
Kadang ku riang..
Namun acapkali kembali pada lubang kenistaan..
Semua itu cuma sebab ketakutan..
Yang terpelihara dari waktu yang kian berjalan..

Ku ingat akan sesuatu..
Dimana ku mampu meraih apa yang ada dalam fikirku..
Yaa..waktu itulah..
Yang membuatku merasa berkata kata dalam semua kegagalan yang kian ku rasakan..

Maka harus ada niat dalam hati yang paling dalam..
Mungkin juga sedalam dalamnya..
Agar ku mampu raih semua mimpi..
Tanpa harus ku korbankan diri sendiri..

Betapa merugi saatku ini..
Tiada pula rasa senang dalam hati..
Tiada pula rasa iba sedikit sajalah tiada jua..
Mungkin tlah tertutup kalbu yang slama ini ku jaga..
Sebab dosa” yang kian menari” diatas derita laranya jiwa..

Haha..
Pekerjaan pun ta’ kuhiraukan..
Janji” pun tak pernah ku tunaikan..
Tuhan..
Andai Kau tau betapa mirisnya hatiku..

Hal” bodoh yang ta’ boleh terulang kembali..
Masih saja ku jalani..
Bahkan dengan senang hati..
Bahkan bertubi”..

Tuhan..
Ku ingin kembali padaMu..
Namun ku ta’ mengerti akan jiwaku..
Yang sulit tu’ kembali lagi seperti dahulu..

Tuhan..
Ku ingin meraih ilmu itu kembali..
Tuhan..
Ku ingin bahagia itu ku miliki kembali..
Tuhan..
Jangan biarkan aku terpuruk jua dalam kesendirianku..
Tuhan..
Cukupkan sudah rasa bimbangku ini..

Ku ta’ kuat lagi menahan sakit ini..
Apa harus aku mengakhiri saja dengan bunuh diri???

Ah..
Namun ta’ mungkin sudah..
Ku ta’ mau kekal didalam neraka..
Namun jua ku ta’ tau harus memulai darimana..
Padahal ku betul” ingin berubah..
Ingin berubah menjadi Sang juara..
Yang ta’ kenal lelah maupun putus asa..

Mampukah aku Tuhan??
Tolong jawabMu..
Ku butuh akan semua itu..
Agar ku ta’ terus menerus berada dalam murkaMu..
Tuhan..
Bantulah aku..
Ku yakin ku mampu..
Ataukah aku harus pasrah saja dengan semua ini???
Sedangkan Engkau berkali” memberi jalan bermakna bagiku..
Namun hanya diriku sajalah yang ta’ mau..

Ta’ mauq sebab satu..
Rasa bimbang yang ada pada jiwaku..
Akan melangkah namun ku takut akan semua..
Semua masa yang ingatkanku dalam nestapa..
Semua masa lalu itu..
Buatku semakin gila dibuatnya..
Buatku semakin saja tiada berguna..

Ku harus berusaha..
Atau matilah sudah??

22:30
14/12/11

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari para admin blog puisi online kepada para pengirim yang telah mengirimkan ide serta karangan Puisi Sedih kepada kami, kami selalu berharap anda bisa meluangkan waktu dan pikiran untuk terus berkarya karena kita adalah satu, dan perlu anda ketahui semua konten yang ada di blog puisi-online.com adalah murni kiriman dari para pengunjung, kami tidak bertanggung jawab atas duplikat konten yang ditemukan, terima kasih atas perhatiannya.
.

Comments

Leave a comment!





*