Kontes SEO MASTERPOKER88 JUDI POKER ONLINE  INDONESIA TANPA BOT
agen judi terpercaya

Air Mata


aku adalah mata yang penuh dengan luka
darahnya membeku menjadi nanah
hidupku bagai mata tanpa lensa
hilang keindahan tertusuk panah

Bukan karena aku seorang jalang
kau menyakiti dengan senyumanmu
disini aku berharapkanmu menjadiku sayang
tapi jalan ini terasa berbuntu dengan keramat tabu

Oh, ini dunia mengapa dunia kejam
tanpa memandang buluku yang semakin menipis
Oh, kejam dunia mengapa dunia ini
meskikah aku meratapmu dengan do’a tanpa tujuan

Jika air mataku berubah menjadi bara
akan kumenangis sampai habis tubuhku

Bila air mataku kau dapati dengan linangan magma
akan kumenderu hingga musnah penderitaanku

Oh, ini dunia mengapa dunia kejam
tanpa memandang buluku yang semakin menipis
Oh, kejam dunia mengapa dunia ini
meskikah aku meratapmu dengan do’a tanpa tujuan

Oh, oh, mengapa?
Tuhan apakah Kau dengar?
Aku ingin menjadi jara
akan kutembus segala air mata yang telah membeku

Taliwang, 25 Februari 2012

Karya: Sang Pantasana

Sang Pantasana adalah seorang penulis muda yang berambisi memuliakan sastra yang dewasa ini sangat jarang digemari para remaja. Ia adalah seorang siswa SMA Negeri 1 Taliwang yang aktif dalam tulis menulis. Tujuan utama ia menulis ingin membuktikan kepada dunia bahwa tulisanya pantas untuk dibaca.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari para admin blog puisi online kepada para pengirim yang telah mengirimkan ide serta karangan Puisi Sedih kepada kami, kami selalu berharap anda bisa meluangkan waktu dan pikiran untuk terus berkarya karena kita adalah satu, dan perlu anda ketahui semua konten yang ada di blog puisi-online.com adalah murni kiriman dari para pengunjung, kami tidak bertanggung jawab atas duplikat konten yang ditemukan, terima kasih atas perhatiannya.
.

Comments

Leave a comment!





*